September 2022 menjadi salah satu momen paling mengejutkan dalam sejarah industri game. Sekitar 90 video dari build awal Grand Theft Auto VI tiba-tiba bertebaran di internet. Rekaman gameplay yang masih kasar itu bukan cuma memperlihatkan mekanik dan dialog yang belum final, tapi juga membocorkan dua rahasia besar yang belum siap diumumkan Rockstar: kembalinya Vice City sebagai latar, dan kehadiran dua protagonis bernama Lucia dan Jason. Kebocoran ini masih tercatat sebagai salah satu yang paling masif sepanjang sejarah video game.
- Arion Kurtaj, remaja 17 tahun asal Inggris dan anggota grup peretas Lapsus$, bertanggung jawab atas kebocoran 90 video GTA 6 pada September 2022.
- Kurtaj meretas sistem internal Rockstar hanya menggunakan ponsel dan Amazon Fire TV Stick dari kamar hotelnya.
- Pengadilan Inggris sempat menyatakan dia tidak layak diadili karena autisme parah, tapi kini statusnya berubah menjadi layak diadili dan dia telah dipindahkan ke penjara biasa.
Meretas Rockstar Cuma Pakai Ponsel dan Fire TV Stick
Cara Kurtaj melancarkan serangan ini mungkin terdengar seperti adegan film, tapi kejadiannya nyata. Saat itu dia sedang dalam masa pembebasan bersyarat setelah ditangkap atas serangkaian serangan siber sebelumnya. Pihak berwenang menempatkannya di hotel tanpa akses ke komputer, dengan asumsi itu cukup untuk menghentikannya.
Namun, seorang remaja dengan keahlian teknis tinggi dan tekad yang besar tidak akan berhenti cuma karena tidak ada laptop. Menurut laporan BBC, Kurtaj hanya bermodalkan ponsel pintar, Amazon Fire TV Stick, dan televisi di kamar hotelnya untuk menembus sistem komunikasi internal Rockstar. Dari situ, dia mengakses dan menyebarkan video-video build awal GTA 6 yang kemudian mengguncang industri game global.
Rockstar sendiri, dalam persidangan, mengungkapkan bahwa serangan ini menimbulkan kerugian sekitar Rp80 miliar (USD 5 juta). Biaya itu belum termasuk ribuan jam kerja yang dihabiskan staf untuk menyelidiki insiden dan memulihkan sistem internal perusahaan.
Autisme Parah Membuatnya Sempat Tak Layak Diadili
Kasus Kurtaj memasuki babak yang lebih kompleks ketika dia dihadapkan ke pengadilan Inggris pada 2023. Sidang konvensional tidak pernah benar-benar berjalan, karena tim medis menyimpulkan Kurtaj memiliki kondisi autisme parah yang membuatnya tidak layak untuk menjalani proses pengadilan biasa. Akibatnya, pengadilan memerintahkan penahanan tanpa batas waktu di rumah sakit jiwa dengan pengamanan tinggi.
Selama beberapa waktu, publik mengira Kurtaj masih berada di fasilitas tersebut. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan ceritanya belum selesai.
Dipindahkan ke Penjara, Kini Menunggu Proses Hukum
Informasi yang beredar beberapa hari terakhir mengonfirmasi bahwa Arion Kurtaj sudah tidak lagi ditahan di rumah sakit jiwa. Kabar ini sebenarnya sudah diketahui sejak beberapa waktu lalu, namun tidak bisa dilaporkan ke publik karena ada pembatasan dari pengadilan. Pada 14 Juli 2026, hakim Pengadilan Tinggi Inggris akhirnya mencabut pembatasan pemberitaan tersebut.
Jurnalis BBC Joe Tidy, lewat laporan yang dikutip IGN, mengonfirmasi bahwa pemuda yang kini berusia sekitar 21 tahun itu telah dipindahkan. Tapi jangan salah paham dulu, ini bukan berarti dia dibebaskan. Faktanya, Kurtaj dipindahkan dari rumah sakit jiwa ke penjara reguler. Statusnya kini sudah dianggap layak untuk diadili, dan dia sedang menunggu proses hukum pidana di dalam tahanan.
Apakah Kurtaj akan menghirup udara bebas sebelum GTA 6 resmi rilis? Pertanyaan ini masih menggantung. Yang jelas, kasus ini menambah satu lapisan cerita pada game yang sudah sangat dinantikan itu, sebuah pengingat bahwa di balik layar pengembangan game blockbuster, ada risiko keamanan yang datang dari arah yang kadang sulit diduga.