Home Teknologi

Lenovo Konfirmasi Snapdragon Overclock di Legion Y700 Infinite, Masalah Panas Jadi Tanda Tanya

15 Juli 2026 5 min read

Lenovo resmi mengonfirmasi penggunaan Snapdragon 8 Elite Gen 5 overclock pada tablet gaming Legion Y700 Infinite. Tanpa kejelasan sistem pendingin, klaim performa ini justru memunculkan pertanyaan besar.

Render Lenovo Legion Y700 Infinite menampilkan ring RGB di sekitar modul kamera belakang
(Foto: Lenovo)

August 2026 ini, Lenovo bakal meluncurkan tablet gaming kompak terbarunya, Legion Y700 Infinite. Di atas kertas, spesifikasinya terdengar agresif, terutama setelah perusahaan resmi mengonfirmasi chipset yang akan digunakan. Namun, alih-alih langsung optimis, ada satu keputusan teknis yang justru membuat saya agak khawatir.

  • Lenovo mengonfirmasi penggunaan Snapdragon 8 Elite Gen 5 versi overclock pada Legion Y700 Infinite.
  • Kecepatan CPU dikunci hingga 4,74 GHz, menyamai versi "Leading" atau "for Galaxy" dari chipset tersebut.
  • Tablet ini akan dipasangkan dengan RAM LPDDR5T dan penyimpanan UFS 4.1 "Pro" yang di-tuning untuk performa.
  • Legion Y700 Infinite dijadwalkan meluncur di China pada Agustus 2026, disusul debut global segera setelahnya.
  • Model generasi sebelumnya, Legion Tab Gen 5, saat ini dijual sekitar Rp11,2 jutaan (USD 699.99) di situs Lenovo.

Spesifikasi Lenovo Legion Y700 Infinite

  • Tahun Rilis: 2026
  • Layar: OLED (dikonfirmasi sebagai peningkatan dari generasi sebelumnya)
  • Chipset: Snapdragon 8 Elite Gen 5 overclock (CPU hingga 4,74 GHz)
  • RAM: LPDDR5T
  • Penyimpanan: UFS 4.1 "Pro"
  • Baterai:,
  • Kamera Utama:,
  • Kamera Depan:,

Overclock Tingkat Galaxy, tapi Pendinginnya Gimana?

Lenovo tidak main-main dengan dapur pacu tablet ini. Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipilih bukan varian standar, melainkan versi dengan clock speed CPU yang dipacu hingga 4,74 GHz. Angka itu identik dengan chipset "Leading Version" atau seri "for Galaxy" yang biasanya dicadangkan untuk perangkat flagship tertentu.

Ambisinya jelas: Lenovo ingin tablet ini punya performa mentah yang superior. Namun, keputusan ini membawa konsekuensi termal yang tidak sederhana. Overclocking biasanya menghasilkan panas lebih tinggi, dan di bodi tablet yang relatif ringkas, manajemen suhu akan sangat krusial.

Sampai sekarang, Lenovo belum memberikan detail soal sistem pendinginan yang diadopsi Y700 Infinite. Ini yang membuat saya belum bisa tenang. Sebuah SoC overclock tanpa solusi termal yang mumpuni hanya akan berujung pada thermal throttling, dan pada akhirnya, performa tinggi yang dijanjikan tidak akan bertahan lama.

Komparasi Tak Terhindarkan dengan RedMagic Astra 2

Pasar tablet gaming kompak memang tidak terlalu ramai, dan pesaing natural dari perangkat ini adalah RedMagic Astra 2. Yang menarik, RedMagic Astra 2 justru menggunakan varian non-overclock dari chipset yang sama, dan sudah dilengkapi pendingin aktif (active cooler).

Ini menciptakan situasi yang cukup unik. Lenovo memilih rute overclock tanpa kejelasan soal metode pendinginan di baliknya. Jika pendinginannya pasif dan kurang agresif, saya khawatir Y700 Infinite justru akan lebih rentan terhadap penurunan performa dibandingkan Astra 2 yang lebih konservatif namun didukung cooler fisik.

Di sisi lain, jika Lenovo benar-benar berhasil mengelola suhu di balik bodinya, kombinasi chipset overclock dengan RAM LPDDR5T dan penyimpanan UFS 4.1 "Pro" bisa menjadikan tablet ini mesin gaming portabel yang sangat kencang.

Yang Sudah Terungkap Selain Chipset

Meski detail resminya masih minim, beberapa bocoran visual dan konfirmasi spesifikasi memberi gambaran tentang perangkat ini. Legion Y700 Infinite akan menggunakan panel OLED, sebuah peningkatan yang signifikan dari panel generasi sebelumnya. Ini menjanjikan kontras yang lebih pekat dan warna yang lebih hidup untuk konsumsi konten maupun gaming.

Dari sisi penyimpanan, Lenovo menyebutkan penggunaan UFS 4.1 "Pro" yang di-tuning untuk performa, berpasangan dengan RAM LPDDR5T. Keduanya adalah konfigurasi top-tier yang penting untuk pengalaman gaming tanpa hambatan, terutama saat memuat game berat atau multitasking agresif.

Untuk desain, bocoran gambar memperlihatkan adanya ring RGB yang melingkari modul kamera belakang, sentuhan estetika gaming yang lumayan mencolok. Ada juga cutout kamera di bagian atas perangkat, menandakan orientasi penggunaan yang lebih fleksibel. Konektivitas seluler juga dipastikan hadir, yang membedakan dari versi reguler Y700.

Ketersediaan dan Peluncuran

Lenovo menjadwalkan rilis Legion Y700 Infinite di China pada Agustus 2026. Debut global biasanya mengikuti tidak lama setelah peluncuran domestik. Artinya, kemungkinan kita akan melihat tablet ini masuk ke pasar internasional, termasuk Indonesia, sebelum akhir tahun.

Bagi yang tidak sabar, ini berarti masih ada waktu beberapa bulan. Saya menyarankan untuk menahan diri sampai informasi soal sistem pendinginannya benar-benar dirilis secara resmi oleh Lenovo, atau sampai reviewer independen bisa menguji performa termalnya dalam kondisi nyata.

Harga sebagai Acuan

Belum ada detail harga resmi untuk Legion Y700 Infinite. Sebagai patokan, model generasi saat ini, Legion Tab Gen 5, masih dijual sekitar Rp11,2 jutaan (USD 699.99) di situs resmi Lenovo. Sangat mungkin Y700 Infinite akan diposisikan di kelas harga yang serupa atau sedikit lebih tinggi, mengingat peningkatan ke panel OLED dan chipset overclock.

Ini adalah segmen yang cukup niche, tablet kompak dengan spesifikasi dewa untuk gaming. Nilai jualnya terletak pada portabilitas, bukan layar terbesar.

Klaim overclock Lenovo untuk Legion Y700 Infinite memang terdengar menggoda di atas kertas. Tapi godaan spesifikasi tinggi tidak akan berarti banyak kalau tablet ini tidak bisa mempertahankan performanya saat dimainkan lebih dari 15 menit. Saya berharap Lenovo punya jawaban yang solid soal pendinginan, bukan sekadar angka maksimum yang hanya bertahan di benchmark sintetis. Untuk sekarang, saya menaruh ekspektasi hati-hati.

#Tablet Gaming#Lenovo#Legion Y700 Infinite#Snapdragon Overclock#Snapdragon 8 Elite#Peluncuran#Performa Gaming
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →