Home Teknologi

Huawei FreeClip 2 S Punya Casing yang Juga Berfungsi Jadi Tempat Perhiasan

15 Juli 2026 5 min read Diperbarui: 15 Juli 2026

Huawei membawa FreeClip 2 S ke Eropa dengan casing bulat yang bukan cuma tempat earbud, tapi juga bisa menyimpan perhiasan kecil atau aksesori lain.

Casing Huawei FreeClip 2 S berwarna Metallic Blue dengan desain bulat yang bisa menyimpan earbud dan perhiasan kecil.
(Foto: Huawei)

Kalau biasanya produsen TWS berlomba-lomba membuat casing charging yang makin kecil dan ringkas, Huawei justru mengambil arah sebaliknya untuk FreeClip 2 S. Casing bawaan earbud ini didesain ulang jadi lebih besar dan bulat, bukan karena boros tempat, tapi karena memang disiapkan buat menyimpan benda lain di luar earbud itu sendiri.

  • Huawei meluncurkan FreeClip 2 S di Eropa sebagai edisi spesial dari FreeClip 2 yang rilis tahun lalu.
  • Casing charging didesain ulang jadi hampir bulat sempurna, dengan ruang penyimpanan 20 persen lebih besar yang bisa dipakai buat menyimpan perhiasan atau aksesori kecil.
  • Bagian C-bridge earbud sekarang 25 persen lebih lembut dengan permukaan halus tanpa alur, plus pilihan warna metallic baru.
  • Dari sisi fitur audio dan konektivitas, tidak ada perubahan sama sekali dari FreeClip 2 reguler.
  • Harga normal 229 Euro, tapi ada potongan harga jadi 199 Euro sampai 21 Agustus 2026, termasuk opsi bundling dengan perhiasan dari brand Prancis Les Néréides.

Spesifikasi Huawei FreeClip 2 S

  • Tahun Rilis: 2026
  • Driver: 10.8mm dual-diaphragm
  • Konektivitas: Bluetooth 6.0, Bluetooth Multipoint
  • Codec: SBC, AAC, L2HC
  • ANC: 3-mic call noise cancellation
  • Battery Life (earbuds): 9 jam
  • Battery Life (dengan case): 38 jam
  • Ketahanan Air: IP57

Bukan Sekadar Tempat Earbud, Tapi Juga Kotak Perhiasan

Inilah pembeda paling mencolok antara FreeClip 2 S dan model standarnya. Huawei membuang desain casing mirip AirPods yang dipakai FreeClip 2, menggantinya dengan wadah nyaris bulat yang lebih besar. Klaim resminya, ada ruang penyimpanan 20 persen lebih banyak di dalam casing baru ini.

Tapi ruang ekstra itu tidak dipakai buat baterai lebih besar atau fitur tambahan. Huawei secara eksplisit menyebut casing ini bisa dipakai menyimpan perhiasan kecil atau aksesori lain berdampingan dengan earbud. Ini bukan sekadar gimmick marketing, Huawei sampai menggandeng brand perhiasan kostum asal Prancis, Les Néréides, untuk opsi bundling pembelian.

Langkah ini menarik karena mengubah persepsi dasar tentang apa fungsi sebuah charging case. Dari benda utilitarian yang sering cuma jadi afterthought, Huawei mencoba memposisikannya sebagai fashion accessory yang punya nilai pakai ganda. Cocok buat kamu yang memang sudah terbiasa membawa perhiasan kecil saat bepergian, atau sekadar suka benda-benda yang punya fungsi terselubung.

Desain dan build quality

Earbud-nya sendiri juga dapat sentuhan ulang. Bagian C-bridge, struktur melengkung yang jadi ciri khas seri FreeClip, sekarang diklaim 25 persen lebih lembut. Huawei juga menghilangkan alur-alur yang sebelumnya ada di permukaan C-bridge, menggantinya dengan finishing halus seragam. Ubahan ini kemungkinan besar untuk meningkatkan kenyamanan pemakaian jangka panjang, terutama karena earbud open-ear seperti ini mengandalkan tekanan ringan di tulang rawan telinga, bukan sumbatan di liang telinga.

Dari sisi estetika, FreeClip 2 S tampil dengan lapisan metallic di dua pilihan warna: Metallic Blue dan Silver. Kesan premium langsung terasa, dan ini selaras dengan positioning produk sebagai edisi spesial yang lebih mengarah ke fashion tech ketimbang gadget audio murni.

Sertifikasi IP57 tetap dipertahankan. Artinya, earbud ini tahan debu dan bisa bertahan di dalam air tawar hingga kedalaman tertentu, perlindungan yang cukup buat hujan deras atau keringat saat olahraga. Menariknya, tidak ada penanda kiri dan kanan di earbud. Sistem akan otomatis mengenali posisi dan menyesuaikan channel audio. Praktis, terutama saat kamu buru-buru memakainya tanpa sempat melihat.

Fitur dan performa

Saya harus jujur di bagian ini: kalau kamu mengharapkan peningkatan performa audio atau fitur baru di FreeClip 2 S, tidak ada sama sekali. Semua spesifikasi identik dengan FreeClip 2 reguler yang sudah lebih dulu rilis di 2025.

Driver dual-diaphragm 10.8mm, adaptive volume, adaptive voice enhancement, dan noise cancellation berbasis tiga mikrofon untuk panggilan suara, semua dibawa tanpa perubahan. Dukungan codec juga masih sama: SBC, AAC, dan L2HC. Tidak ada LDAC, LHDC, maupun Apt-X. Buat pengguna yang mengandalkan streaming resolusi tinggi lewat Bluetooth, ini patut dicatat karena opsi codec high-bitrate terbatas pada ekosistem Huawei sendiri lewat L2HC.

Kontrol juga masih mengandalkan kombinasi ketukan, sentuhan, dan yang lebih unik: head motion controls. Gerakan kepala tertentu bisa dipakai buat menerima atau menolak panggilan, misalnya. Fitur ini berguna saat tangan sedang kotor atau basah. Ditambah auto left-right recognition yang sudah saya singgung sebelumnya, interaksi sehari-hari dengan FreeClip 2 S relatif bebas repot.

Baterai

Sektor daya juga tidak berubah. Earbud bisa bertahan sampai 9 jam pemakaian terus-menerus, dan casing memberikan total waktu dengar hingga 38 jam sebelum perlu diisi ulang. Angka ini termasuk solid untuk earbud open-ear, meskipun perlu diingat bahwa konsumsi baterai biasanya lebih rendah di desain open-ear karena tidak ada pemrosesan active noise cancellation untuk musik.

Fast charging tetap tersedia, jadi pengisian singkat bisa memberikan beberapa jam pemakaian. Tidak ada detail spesifik tentang berapa menit charging untuk berapa jam playback di sumber kali ini, tapi fitur ini sudah jadi standar yang patut ada di harga segini.

Ketersediaan dan peluncuran

Huawei FreeClip 2 S sudah mulai dijual di Eropa. Harganya dipatok di angka normal 229 Euro, namun sampai 21 Agustus 2026, Huawei membanderolnya dengan harga promosi 199 Euro. Atau, kalau kamu tertarik dengan konsep fashion-tech yang coba ditawarkan, dengan 229 Euro kamu bisa mendapatkan bundling earbud plus sepotong perhiasan dari Les Néréides.

Peluncuran ini menarik karena menunjukkan pola Huawei: merilis edisi Collector's di China terlebih dahulu, lalu membawanya ke Eropa dengan nama berbeda dan penyesuaian strategi pemasaran. Pertanyaannya sekarang: apakah Indonesia akan kebagian? Sejauh ini belum ada sinyal resmi, tapi kalau melihat track record Huawei yang cukup agresif membawa produk audio ke pasar Indonesia, peluangnya terbuka.

FreeClip 2 S tidak menawarkan peningkatan performa dibanding model reguler, dan itu bukan kecacatan, karena memang itu bukan tujuannya. Huawei menjual edisi ini lewat desain casing yang tidak biasa dan positioning sebagai perangkat audio yang juga aksesori fashion. Buat saya, ini langkah yang jujur: mereka tidak pura-pura ada revolusi audio di dalamnya.

Cocok buat kamu yang memang mencari earbud open-ear dengan desain standout, atau yang tertarik sama ide casing multifungsi yang sekaligus jadi tempat perhiasan kecil. Tapi kalau kamu lebih peduli soal codec high-res atau ingin fitur ANC penuh untuk musik, model ini tidak akan memberikan apa yang kamu cari, sama seperti FreeClip 2 standar.

#TWS#Huawei#FreeClip 2 S#open-ear#fashion tech#audio#Wearable#Peluncuran
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →