Pasar ponsel e-ink lagi ramai. Setelah Bigme Hibreak Dual 2 meluncur dengan konsep dua layar, sekarang giliran Hisense unjuk gigi lewat A10. Tapi ada satu pendekatan yang bikin A10 terasa berbeda: layar keduanya bisa dilepas-pasang seperti aksesori MagSafe.
Yang Bikin Hisense A10 Berbeda
- Hisense resmi mengungkap A10, ponsel layar e-ink dengan layar sekunder LCD warna yang menempel secara magnetik di bagian belakang.
- Layar utama depan berukuran 6,13 inci monokrom, ditenagai chipset 4nm 8-core yang diduga Snapdragon 8 Gen 3.
- Layar detachable kedua kemungkinan besar tidak akan disertakan dalam paket penjualan dan harus dibeli terpisah.
- Hisense belum mengonfirmasi harga resmi, namun ponsel ini diharapkan mulai dari CNY 3.999 atau sekitar Rp9,7 juta (USD 590).
Spesifikasi Hisense A10
- Tahun Rilis:,
- Layar: 6,13 inci monokrom E-Ink (depan), LCD warna (belakang, magnetik)
- Chipset: 4nm 8-core (kemungkinan Snapdragon 8 Gen 3)
- RAM:,
- Penyimpanan:,
- Baterai:,
- Kamera Utama:,
- Kamera Depan:,
Konsep Detachable yang Bikin Mikir Ulang
Kalau bicara ponsel layar ganda, biasanya kita membayangkan dua layar yang tertanam permanen dalam satu bodi. Hisense mengambil jalur berbeda. Layar LCD warna di A10 tidak menyatu dengan perangkat, melainkan menempel secara magnetik di bagian belakang, mirip aksesori yang bisa dipasang dan dilepas sesuai kebutuhan.
Pendekatan modular ini punya nilai plus tersendiri buat pengguna e-ink. Saya termasuk yang merasa bahwa ponsel e-ink idealnya ringan dan tidak menyita perhatian. Dengan layar kedua opsional, kamu bisa menikmati layar monokrom yang nyaman di mata untuk membaca, lalu tinggal tempelkan layar LCD saat butuh melihat konten berwarna atau video. Tidak perlu setiap saat membawa bobot dan ketebalan ekstra yang tidak terpakai.
Tapi ada tangkapan penting. Menurut laporan dari tipster reliable, layar detachable ini kemungkinan besar tidak akan ikut dalam kotak pembelian. Artinya, kamu harus merogoh kocek lagi untuk mendapatkannya. Sebagai gambaran, layar magnetik serupa dari Vamvo sekarang dijual terpisah dengan harga sekitar Rp700 ribuan (USD 46.99 di Amazon).
Desain dan Build Quality
Dari teaser resmi yang beredar, bezel di sekeliling layar depan 6,13 inci A10 terlihat punya ketebalan yang kurang lebih mirip dengan Hibreak Dual 2. Bukan yang paling tipis di kelasnya, tapi buat ponsel e-ink, bezel sedikit tebal memberi ruang jari yang lebih nyaman saat memegang tanpa menyentuh layar secara tidak sengaja.
Bagian belakang tanpa layar detachable tampak bersih. Tidak ada tonjolan kamera yang mencolok atau aksen desain berlebihan, yang justru cocok dengan filosofi ponsel e-ink: fungsional dan minim distraksi.
Performa
Satu hal yang cukup mengejutkan dari bocoran spesifikasi A10 adalah chipset-nya. Disebut menggunakan SoC 4nm dengan delapan core, dan dugaan kuat mengarah ke Snapdragon 8 Gen 3. Kalau ini benar, A10 akan menjadi salah satu ponsel e-ink dengan performa paling kencang di pasaran.
Buat saya, ini langkah yang masuk akal. Ponsel e-ink bukan cuma untuk membaca buku digital lagi. Banyak pengguna yang memakainya sebagai daily driver untuk menulis catatan, browsing teks-berat, atau kerja administratif. Dengan chipset flagship, pengalaman navigasi dan buka-tutup aplikasi seharusnya jauh lebih mulus, tidak selamban yang biasa diasosiasikan dengan perangkat e-ink pada umumnya.
Ketersediaan dan Peluncuran
Sayangnya, Hisense masih menutup rapat detail ketersediaan A10. Belum ada tanggal rilis pasti, dan daftar negara tujuan distribusi juga belum diumumkan. Harga yang beredar masih berupa ekspektasi pasar: mulai dari sekitar Rp9,7 juta (CNY 3.999) di Cina. Itu belum termasuk biaya layar detachable tambahan kalau kamu tertarik punya setup lengkap.
Kalau melihat tren, besar kemungkinan A10 akan tersedia dulu di pasar domestik Cina. Masuk ke Indonesia? Saya belum berani tebak. Pasar ponsel e-ink di sini masih sangat niche, dan Hisense sendiri bukan pemain besar di kategori smartphone umum.
Harga Hisense A10
Harga resmi dari Hisense masih menjadi misteri. Hanya angka ekspektasi yang beredar untuk pasar Cina.
Harga Ekspektasi:
- Hisense A10: sekitar Rp9,7 juta (CNY 3.999)
Hisense A10 berhasil membawa angin segar ke pasar ponsel e-ink yang mulai terasa repetitif. Konsep layar kedua magnetik yang bisa dilepas-pasang adalah solusi elegan untuk mereka yang mau fleksibilitas tanpa kompromi bobot. Perpaduan dengan chipset kencang membuatnya jadi alat kerja yang serius, bukan sekadar e-reader mahal.
Tapi saya masih menunggu kejelasan soal ketersediaan global dan strategi harga. Karena kalau benar layar detachable dijual terpisah, total biaya kepemilikan bisa jadi lebih tinggi dari yang tertera di label harga ponsel itu sendiri. Buat yang penasaran dengan masa depan ponsel minim distraksi, A10 layak diawasi. Tapi jangan buru-buru buka dompet dulu.