Halo: Campaign Evolved, remake dari Combat Evolved yang legendaris, dijadwalkan meluncur 28 Juli untuk PS5, Xbox, dan PC. Di balik jadwal rilis yang tampaknya aman, laporan terbaru mengungkap pengembangan yang jauh dari kata mulus, diwarnai dugaan kepemimpinan abusif dan manajemen kacau di Halo Studios. Leaker terpercaya Rebs Gaming membongkar bagaimana perilaku para petinggi studio nyaris menggagalkan proyek ini sekaligus mengorbankan satu judul multiplayer yang sudah dirancang.
- Halo: Campaign Evolved adalah remake Combat Evolved yang meluncur 28 Juli untuk PS5, Xbox, dan PC
- Rebs Gaming melaporkan pemimpin Halo Studios melakukan pelecehan verbal dan manajemen buruk selama pengembangan
- Project Ekur, spin-off multiplayer yang dirumorkan, dibatalkan akibat kekacauan internal
- Mantan Art Director Glenn Israel mengonfirmasi banyak temuan dan mengajukan keluhan resmi ke HR
- Xbox mengandalkan franchise Halo untuk membalikkan performa perusahaan, tapi masalah kepemimpinan belum terselesaikan
Kepemimpinan yang Meracuni Pengembangan
Pierre Hintze, kepala Halo Studios, menjadi pusat dari berbagai laporan perilaku bermasalah. Sumber yang dihimpun Rebs Gaming menyebut Hintze kerap memarahi pengembang secara verbal, menciptakan lingkungan kerja di mana tim enggan menunjukkan progres karena takut diserang. Intimidasi ini tidak hanya merusak moral, tapi juga membuat pengembangan Campaign Evolved tersendat di titik-titik kritis.
Beberapa insiden pelecehan verbal bahkan mendorong karyawan melaporkan eksekutif Xbox tersebut ke HR. Hintze juga disebut secara konsisten mengabaikan kekhawatiran soal work/life balance dan pertanyaan tentang jenjang karier, dua hal yang biasanya jadi indikator sehat tidaknya budaya sebuah studio game.
Dampak kepemimpinannya tidak berhenti di proyek Combat Evolved. Michael Fahrny, yang memimpin produksi Halo Infinite dan merupakan teman dekat Hintze, diturunkan jabatannya dan akhirnya diberhentikan setelah mengambil cuti medis. Keputusan ini memperkuat gambaran bahwa loyalitas tidak menjamin keamanan karier di bawah rezim Hintze.
Proyek yang Dikorbankan: Project Ekur
Salah satu korban paling nyata dari kekacauan ini adalah Project Ekur, spin-off multiplayer yang awalnya dirancang sebagai pendamping Campaign Evolved. Ketidakmampuan Hintze mengelola prioritas dan kebiasaannya menyalahkan karyawan atas keterlambatan membuat proyek ini kehilangan arah dan akhirnya dibatalkan.
Ironisnya, Halo: Campaign Evolved justru meluncur tanpa mode multiplayer. Ini berarti waralaba yang identik dengan pengalaman multiplayer legendaris kini hadir hanya dengan kampanye single-player, bukan karena pilihan desain, melainkan karena proyek pendampingnya tumbang di tengah jalan. Rebs Gaming menekankan bahwa para pengembang justru layak dapat kredit karena berhasil menyelamatkan Campaign Evolved di tengah situasi yang kacau.
Pola yang Berulang: Pelecehan dan Pembiaran
Masalah di Halo Studios tidak hanya berpusat pada Hintze. Art Director saat ini, Chris Matthews, juga dilaporkan memperlakukan karyawan secara tidak pantas dan lebih memilih merekrut teman-temannya ketimbang kandidat yang benar-benar berkualifikasi. Praktik favoritisme seperti ini menciptakan lingkaran eksklusif yang menutup peluang bagi talenta yang lebih kompeten.
Di level eksekutif, Chief Operating Officer Elizabeth Van Wick diduga menelantarkan tanggung jawabnya. Bertugas mengelola keuangan studio, ia justru sering absen atau berlibur. Ketiadaan pengawasan finansial yang ketat di tengah proyek sebesar Campaign Evolved menambah lapisan masalah yang seharusnya tidak perlu ada.
Glenn Israel, mantan Art Director yang sudah lebih dulu menyuarakan dugaan pelecehan, mengonfirmasi banyak temuan baru Rebs Gaming. Ia mengaku menyaksikan dan mengalami langsung pelecehan, blacklisting, favoritisme, serta pemecatan tidak adil. Israel telah mengajukan keluhan resmi terhadap Hintze dan Matthews, memperkuat kredibilitas laporan ini dengan kesaksian orang dalam.
Masa Depan Halo di Bawah Tekanan
Xbox CEO Asha Sharma menaruh harapan besar pada franchise Halo untuk membalikkan performa perusahaan. Campaign Evolved bisa saja sukses secara komersial, bahkan tanpa multiplayer, tapi proses di balik layarnya menyisakan luka yang dalam. Rebs Gaming memperingatkan bahwa jika Microsoft tidak segera membereskan masalah kepemimpinan di Halo Studios, proyek-proyek Halo yang lebih ambisius di masa depan akan menghadapi risiko yang sama.
Peluncuran 28 Juli akan jadi momen penting: apakah Campaign Evolved berhasil secara kualitas dan penjualan, atau justru menjadi pengingat bahwa kesuksesan produk tidak selalu mencerminkan kesehatan internal studionya. Untuk sekarang, yang jelas adalah bahwa para pengembang di Halo Studios berhasil mengirimkan game ini ke garis finis, bukan karena, melainkan meskipun ada kepemimpinan yang mereka hadapi.