Sebuah jam tangan digital baru dari Casio muncul di katalog retailer Vietnam bulan ini. Bukan lewat acara peluncuran besar atau siaran pers resmi dulu, tapi lewat daftar produk di toko offline. Itu tipikal G-Shock yang dulu saya suka. Casio G-Shock GD-350S-1 ini jadi penerus dari seri GD-350 yang sudah eksis sejak 2013, dan satu fitur lamanya yang bikin seri ini berbeda dari G-Shock lain masih dipertahankan: peringatan getar. Buat yang pernah pakai GD-350 versi awal, fitur ini bukan sekadar alarm biasa, getar di pergelangan tangan itu terasa personal, tidak berisik, dan saya pribadi menganggapnya solusi diam-diam untuk bangun subuh tanpa membangunkan satu rumah.
- Casio G-Shock GD-350S-1 muncul pertama kali di retailer Gshock Hai Phong, Vietnam, dengan kode model GD-350S-1D dan GD-350S-1DR
- Jam ini membawa modul 3403, penerus langsung dari modul di seri GD-350 (2013), dan fitur andalannya adalah peringatan getar
- Ketahanan air 20 bar dan estimasi daya baterai 5 tahun pakai CR2032
- Peluncuran dijadwalkan Agustus 2026, dengan kemungkinan rilis di Jepang pada waktu yang sama, belum ada info harga resmi atau ketersediaan global
Desain GD-350S-1 yang familier tapi sedikit lebih bersih
Casing resin hitam bulat dengan bingkai putih persegi di sekeliling layar, kombinasi ini bukan hal baru. Tapi GD-350 generasi awal memang punya siluet seperti itu, dan saya lihat GD-350S-1 mempertahankan DNA tersebut. Akses merah muncul di tombol 'G' dan beberapa area kecil lain, cukup untuk memberi kesan tegas tanpa berlebihan. Layar digital berlatar terang dengan backlight putih adalah peningkatan tipis dari GD-350 lawas yang cenderung gelap kalau tidak ditekan lampunya.
Fitur getar, modul 3403, dan apa yang tidak berubah
Modul 3403 di GD-350S-1 mewarisi hampir semua fungsi dari pendahulunya. Fitur getar tetap jadi bintang utama, bisa dipakai untuk alarm harian, pengingat, atau timer. Saya pernah pakai GD-350 untuk interval latihan kecil di rumah, dan getarnya cukup terasa meski casing G-Shock lumayan tebal. Selain getar, ada flash alerts, stopwatch 1/100 detik, countdown timer, 35 zona waktu, dan mode daylight saving. Tidak ada tambahan sensor baru atau konektivitas Bluetooth, dan sejujurnya, saya lega. G-Shock seri ini selalu tentang jam yang berdiri sendiri tanpa ketergantungan ponsel.
Ketahanan dan baterai yang masuk akal untuk jam harian
Water resistant 20 bar artinya aman dipakai berenang atau mandi tanpa cemas. Baterai CR2032 diklaim bisa bertahan sekitar lima tahun, angka yang cukup standar untuk jam digital Casio tanpa fitur smartwatch. Saya perkirakan pemakaian getar yang intens bisa sedikit memangkas usia baterai, tapi masih jauh lebih panjang dari smartwatch manapun yang perlu diisi ulang setiap dua hari.
Jadwal dan harga, menunggu pengumuman resmi Casio
Retailer Vietnam Gshock Hai Phong mencantumkan GD-350S-1 sebagai rilisan Agustus 2026. Pasar Jepang kemungkinan besar akan menyusul di bulan yang sama, mengingat ini produk dari brand Jepang. Amerika Utara dan Eropa masih belum jelas, belum ada satu pun pengumuman resmi dari Casio global. Soal harga juga masih kosong. Sebagai acuan, GD-350-1 versi sebelumnya masih dijual sekitar Rp1.300.000 di Amazon (USD 87). Kalau GD-350S-1 masuk Indonesia resmi melalui distributor, saya menduga harga akan bermain di rentang Rp1,5 jutaan, angka yang cukup bersahabat untuk jam digital tangguh yang tidak perlu di-charge dan punya fitur getar yang jarang ada di jam lain sekelasnya.