Beberapa game Ubisoft sudah lebih dulu tersedia di konsol handheld Nintendo. Makanya, cukup banyak yang kecewa waktu penerbit asal Prancis itu bilang game terbarunya nggak akan mampir ke Switch 2. Tapi sekarang muncul secercah harapan, seorang insider memberi sinyal bahwa port Assassin's Creed Black Flag Resynced untuk Switch 2 tetap ada kemungkinan.
- Insider Reece "Kiwi Talkz" Reilly mengunggah foto boks game Black Flag Resynced tanpa penjelasan, memicu spekulasi liar
- Ubisoft sebelumnya menyatakan remake ini tidak akan dirilis untuk Nintendo, bahkan konten gratis Assassin's Creed Shadows yang terkait pun tidak bisa diakses pemilik Switch 2
- Game ini sebenarnya lebih berat secara teknis dibanding Shadows atau Star Wars Outlaws yang sudah susah payah dioptimalkan untuk 30 fps
- Meski begitu, pendapatan tambahan dari versi Switch 2 bisa jadi terlalu sayang untuk dilewatkan Ubisoft yang sedang kesulitan finansial
Bocoran atau cuma angan-angan?
Reece "Kiwi Talkz" Reilly tiba-tiba mengunggah foto boks game remake ini di media sosial. Dia nggak kasih konteks apa-apa, nggak ada keterangan, nggak ada penjelasan. Cuma gambar doang. Otomatis spekulasi langsung meledak.
Masalahnya, rekam jejak insider ini lumayan campur aduk. Kadang bener, kadang meleset. Dan yang bikin makin rancu: klaim ini berkebalikan langsung sama pernyataan resmi Ubisoft sendiri.
Beberapa waktu lalu, update gratis untuk Assassin's Creed Shadows ternyata nyolong aset dari Black Flag Resynced. Ubisoft buru-buru kasih pernyataan: pemilik Switch 2 nggak bakal bisa nikmatin konten itu, karena remake-nya memang "tidak akan dirilis untuk Nintendo."
Sebenarnya nggak terlalu mengejutkan juga kalau game ini absen dari Switch 2 pas tanggal rilis 9 Juli untuk PS5, Xbox, dan PC. Shadows dan Star Wars Outlaws aja harus dioptimalkan mati-matian cuma buat nyentuh target 30 fps. Sementara petualangan bajak laut yang udah dimodernisasi ini, dalam beberapa hal, justru lebih berat lagi.
Tantangan teknis di Switch 2
Memang dunia terbukanya lebih kecil, tapi port Black Flag Resynced ke Switch 2 kemungkinan besar harus rela mengorbankan beberapa keunggulan visual. Game ini pakai engine grafis yang udah ditingkatkan, global illumination dan efek air yang lebih canggih jelas bakal menyiksa hardware.
Tapi ya, developer udah sering membuktikan mereka bisa bikin kompromi yang nggak terlalu merusak kualitas gambar. Bukan hal mustahil sebenarnya.
Nah, dari sisi bisnis, Ubisoft lagi nggak dalam posisi santai. Kondisi keuangan mereka sedang sulit, dan menolak tambahan pemasukan dari basis pemain Switch 2 bisa jadi langkah yang terlalu mahal. Penerbit ini sendiri yang mengakui kalau versi Switch 2 dari Shadows ikut mendorong performa franchise Assassin's Creed melampaui ekspektasi di kuartal ketiga 2026.
Mereka juga baru-baru ini blak-blakan bahwa game-game besar andalan bakal lebih jarang muncul, kemungkinan sampai Codename Hexe siap paling cepat tahun 2027. Dalam kondisi kayak gini, setiap sumber pendapatan jadi berarti.
Bocoran Kiwi Talkz soal Black Flag Resynced ini memang sebaiknya disikapi dengan skeptis dulu. Rekam jejaknya nggak cukup solid buat dijadiin pegangan. Tapi melihat review positif dan penjualan kuat di platform Nintendo, penggemar setia Nintendo punya alasan yang cukup masuk akal untuk tetap optimis.